Konkercab (Konferensi Kerja Cabang) I Tahun 2026 PGRI Cabang Kaligondang Masa Bakti XXIII - KALIGONDANG – Konkercab (Konferensi Kerja Cabang) I Tahun 2026 PGRI Cabang Kaligondang Masa Bakti XXIII sukses diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Rumah Makan Bleng Kembar, Kembaran Wetan, Kecamatan Kaligondang. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kaligondang untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja tahun 2025 sekaligus menyusun arah kebijakan dan program organisasi yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026.
Konferensi kerja tersebut dihadiri oleh pengurus cabang, dewan penasihat, utusan dari PGRI Kabupaten Purbalingga, serta perwakilan ranting dan ranting khusus dari seluruh wilayah Kecamatan Kaligondang. Suasana berlangsung penuh semangat kebersamaan dengan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas organisasi serta memperjuangkan kepentingan para guru di daerah.
Acara diawali dengan pembukaan resmi yang diawali salam, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan seluruh anggota organisasi. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Bapak Tumarno, S.Pd.SD agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
Konkercab Menjadi Forum Evaluasi dan Perencanaan Program Kerja
Ketua Konkercab I Tahun 2026 PGRI Cabang Kaligondang, Gunawan, S.Pd.SD, dalam sambutannya menjelaskan bahwa konferensi kerja merupakan agenda penting organisasi yang memiliki dua tujuan utama, yakni menyampaikan laporan pelaksanaan program selama tahun 2025 sekaligus merumuskan berbagai program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Menurutnya, setiap program yang telah berjalan perlu dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada seluruh anggota. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan organisasi sekaligus menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik, serta mengucapkan selamat datang kepada utusan dari PGRI Kabupaten Purbalingga yang hadir untuk memberikan pendampingan dan penguatan organisasi.
Ketua PGRI Cabang Kaligondang Paparkan Perjalanan Organisasi
Ketua PGRI Cabang Kaligondang, Arif Prayitno, S.Pd.SD, mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, mulai dari Tim 3 PGRI Kabupaten Purbalingga, Dewan Penasihat, jajaran pengurus cabang, hingga seluruh utusan ranting dan ranting khusus se-Kecamatan Kaligondang.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Konkercab I merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan konferensi kerja di tingkat kabupaten. Oleh karena itu, seluruh hasil pembahasan nantinya diharapkan mampu mendukung kebijakan organisasi mulai dari tingkat cabang hingga pusat.
Menariknya, pelaksanaan Konkercab tahun ini berlangsung bersamaan dengan agenda Penilaian Kwarran Kecamatan Kaligondang yang diselenggarakan pada hari yang sama. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pengurus harus membagi tugas untuk mengikuti dua kegiatan sekaligus.
Karena alasan tersebut, lokasi pelaksanaan Konkercab dipindahkan ke RM Bleng Kembar, sementara Aula SD Negeri 1 Kaligondang digunakan sebagai lokasi kegiatan Penilaian Kwarran.
Meski demikian, seluruh agenda organisasi tetap dapat berlangsung sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas pembahasan maupun partisipasi anggota.
Pendataan Anggota Capai 90 Persen
Salah satu capaian penting yang disampaikan dalam forum adalah keberhasilan PGRI Cabang Kaligondang dalam melakukan pendataan keanggotaan.
Arif Prayitno menjelaskan bahwa sepanjang tahun pertama masa bakti kepengurusan, fokus utama organisasi adalah melakukan pembaruan data anggota agar seluruh administrasi organisasi menjadi lebih akurat dan tertib.
Hasilnya, hingga pertengahan tahun 2026 proses pendataan telah mencapai sekitar 90 persen. Angka tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi pengembangan program organisasi pada masa mendatang.
Kabar menggembirakan lainnya datang dari SDIT Lentera Hati Kembaran Wetan yang secara resmi menyampaikan keinginan untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar PGRI Cabang Kaligondang. Langkah tersebut disambut positif karena menunjukkan semakin besarnya kepercayaan lembaga pendidikan terhadap organisasi profesi guru ini.
Kepedulian Sosial Menjadi Salah Satu Program Unggulan
Tidak hanya fokus pada administrasi organisasi, PGRI Cabang Kaligondang juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah penggalangan bantuan bagi Ananda Maesaroh, siswi TK Pertiwi Selakambang, yang berhasil menghimpun dana sekitar Rp20 juta.
Dana tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong para guru di Kecamatan Kaligondang masih sangat kuat ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, organisasi juga aktif menggalang bantuan sosial bagi korban bencana banjir di wilayah Sumatra maupun Karangreja. Aksi tersebut memperlihatkan bahwa peran PGRI tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan, tetapi juga hadir sebagai organisasi sosial yang peduli terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.
PGRI Terus Mendorong Perjuangan Kesejahteraan Guru
Dalam forum tersebut, Ketua PGRI Cabang Kaligondang juga menyampaikan sejumlah aspirasi yang akan terus diperjuangkan kepada pemerintah melalui jalur organisasi.
Beberapa usulan yang menjadi perhatian antara lain perlunya percepatan pemenuhan kebutuhan guru di berbagai satuan pendidikan agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal, baik di tingkat SD maupun SMP.
Selain itu, terdapat harapan agar masa kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat diperpanjang secara otomatis sesuai regulasi yang berlaku, guru tamu memperoleh kesempatan masuk dalam sistem Dapodik, serta adanya peluang peningkatan status bagi PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK penuh.
Berbagai usulan tersebut menunjukkan bahwa PGRI Cabang Kaligondang terus berupaya menjadi jembatan aspirasi para guru sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat memperoleh perhatian dari pemerintah.
Dewan Penasihat Dorong Penguatan Peran Organisasi Guru
Memasuki sesi berikutnya, Dewan Penasihat PGRI Cabang Kaligondang, Budiman, S.Pd., M.Pd., memperkenalkan Tim 3 PGRI Kabupaten Purbalingga yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Mutohar, S.Pd., M.Pd., Drs. Ikhwandi Arifin, dan Maksudi, S.Pd., M.Pd. Kehadiran tim kabupaten menjadi bentuk pendampingan sekaligus penguatan terhadap pelaksanaan program organisasi di tingkat cabang.
Dalam arahannya, Budiman mengingatkan bahwa setiap anggota PGRI memiliki tanggung jawab menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara profesional. Menurutnya, kualitas organisasi akan semakin kuat apabila seluruh anggota menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga solidaritas.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai peningkatan kesejahteraan guru yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang organisasi PGRI. Salah satu contohnya adalah kebijakan Tambahan Penghasilan Guru (TPG) yang kini dapat diterima setiap bulan, sehingga memberikan kepastian bagi para guru dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Selain itu, kebijakan nilai afirmasi pada seleksi PPPK juga disebut sebagai salah satu hasil nyata perjuangan organisasi profesi guru. Oleh karena itu, Budiman mengajak seluruh anggota untuk terus aktif dalam organisasi karena perjuangan secara kolektif dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dilakukan secara individu.
Ia berharap PGRI Cabang Kaligondang tidak hanya menjalankan program yang berasal dari tingkat kabupaten, provinsi, maupun PB PGRI, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai inovasi program yang bermanfaat bagi anggota selama tetap berada dalam koridor organisasi.
Tim PGRI Kabupaten Jelaskan Peran Organisasi hingga Pengelolaan DASPEN
Mewakili Ketua PGRI Kabupaten Purbalingga, Mutohar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Konkercab I PGRI Cabang Kaligondang merupakan putaran ketiga dari rangkaian konferensi kerja cabang yang dilaksanakan di Kabupaten Purbalingga.
Ia menjelaskan bahwa sesuai rencana sebenarnya terdapat enam orang perwakilan kabupaten yang dijadwalkan hadir. Namun karena padatnya agenda organisasi pada hari yang sama, hanya tiga orang yang dapat mengikuti kegiatan di Kaligondang.
Dalam paparannya, Mutohar menjelaskan struktur organisasi PGRI mulai dari Pengurus Besar (PB PGRI), tingkat provinsi, kabupaten, cabang hingga ranting. Penjelasan tersebut bertujuan agar seluruh anggota memahami mekanisme organisasi serta jalur koordinasi dalam menjalankan program kerja.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah penjelasan mengenai Dana Setia Pensiun (DASPEN). Dijelaskan bahwa besaran iuran DASPEN disesuaikan dengan kelompok usia anggota. Sementara itu, pengurus kabupaten hanya berperan sebagai penghimpun dan penyetor iuran, sedangkan pengelolaan dana sepenuhnya berada di bawah PGRI Provinsi Jawa Tengah.
Mutohar juga menjelaskan perbedaan antara DASPEN dan Dana Sosial (DANSOS). DASPEN merupakan program yang dikelola oleh PGRI dan diberikan kepada anggota ketika memasuki masa purna tugas. Sebaliknya, DANSOS dikelola oleh Dinas Pendidikan dan diberikan kepada anggota aktif yang meninggal dunia.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi perjuangan yang tidak hanya bergerak dalam bidang profesi, tetapi juga memiliki misi sosial. Saat ini, berbagai upaya masih terus dilakukan untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah, termasuk memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD yang selama ini masih menerima honor sangat rendah akibat keterbatasan regulasi.
Sidang Pleno I Sepakati Tata Tertib Konferensi
Usai rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Pleno I yang dipimpin oleh Arif Prayitno, S.Pd.SD, mulai pukul 11.00 WIB.
Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Cabang Kaligondang dan diawali dengan pembahasan tata tertib agar seluruh rangkaian konferensi dapat berjalan secara efektif, demokratis, dan sesuai aturan organisasi.
Peserta kemudian menyepakati berbagai ketentuan mengenai mekanisme persidangan, mulai dari tata cara penyelenggaraan, hak peserta, jadwal sidang hingga mekanisme pengambilan keputusan.
Sidang pleno diikuti oleh:
| Unsur Peserta | Jumlah |
|---|---|
| Pengurus PGRI Cabang Kaligondang | Pengurus Cabang |
| Utusan Ranting PGRI se-Cabang Kaligondang | 2 orang setiap ranting |
| Utusan Ranting Khusus SMP Negeri 1 Kaligondang | 3 orang |
| Utusan Ranting Khusus SMP Negeri 2 Kaligondang | 3 orang |
| Utusan Ranting Khusus SMK Negeri 1 Kaligondang | 4 orang |
Setelah seluruh tata tertib disepakati, sidang dilanjutkan menuju pembahasan agenda berikutnya.
Sidang Pleno II Bahas Evaluasi Program Tahun 2025
Pada Sidang Pleno II, peserta memperoleh laporan mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan selama tahun 2025.
Beberapa kegiatan organisasi yang berhasil direalisasikan antara lain mengikuti konferensi tingkat kabupaten, berpartisipasi dalam Porsenijar, mendukung kegiatan Ramadan 30 Juz, serta berbagai aktivitas yang dijalankan oleh masing-masing bidang kepengurusan.
Di samping itu, organisasi juga tetap melaksanakan berbagai kegiatan rutin seperti administrasi DASPEN, perekrutan anggota baru, hingga pembinaan organisasi di tingkat ranting. Forum juga membahas mekanisme iuran anggota PGRI yang berlaku pada tahun berjalan.
Laporan Keuangan Tahun 2025 Disahkan Peserta
Laporan keuangan organisasi disampaikan oleh Topan Prastiawan dan memperoleh perhatian serius dari seluruh peserta sidang karena menjadi bentuk transparansi pengelolaan organisasi.
Selain laporan utama, disampaikan pula beberapa catatan penting, di antaranya adanya pengembalian dana DASPEN pada salah satu ranting khusus akibat koreksi data periode sebelumnya. Forum juga mencatat bahwa kegiatan Hari Guru Nasional tahun sebelumnya tidak dapat diselenggarakan karena situasi yang belum memungkinkan.
Setelah melalui pembahasan, laporan keuangan tahun 2025 secara resmi disetujui dan disahkan oleh seluruh peserta sidang, sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan organisasi.